All About Ikang Fawzi (Lirik Lagu-Lagu Ikang Fawzi)

All About Ikang Fawzi (Lirik Lagu-Lagu Ikang Fawzi)

Minggu, 24 Februari 2013

Album Preman


Music Director  :  Ian Antono
Produser  :  Jackson Arief
Produksi  :  Jackson Records
Tahun Produksi  :  1987

                                                           



Track List


Side A :


 ¯     PREMAN
        Cipt : Ikang Fawzi

 ¯     M O R A L
        Cipt : Ikang Fawzi

 ¯     MANUSIA ROBOT
        Cipt : Ikang Fawzi

 ¯     OH... GADIS ITU
        Cipt : Adjie Soetama

 ¯     AKU CINTA KAMU
        Cipt : Rudy Gagola

         

Side B :


 ¯     PANAS API
        Cipt : Ian Antono

 ¯     L O L I T A
        Cipt : Ikang Fawzi

 ¯     PAHLAWAN ARENA
        Cipt : Ikang Fawzi

 ¯     MENJELANG 17 TAHUN
        Cipt : Ikang Fawzi

 ¯     DARAH MEMBARA
        Cipt : Ian Antono & Areng Widodo


 


Musisi Pendukung



 ¯     Ian Antono :
        Music Arranger, Guitar, Drums, Bass, Percussion
 ¯    Jockie Surjoprajogo:
        Keyboards

  ¯    Irsan, Teddy :
        Recording Engineer
 ¯    Jackson Recording Studio :
        Recording Studio
 ¯    Alpha One :
        Duplicating
 ¯     A. Darwis Triadi:
        Photography
 ¯    Endra :
        Graphic Design




Track 01 - PREMAN




Pak cik pak pak preman preman oh oh
Pak cik pak pak metropolitan
Pak cik pak pak preman preman oh oh
Pak cik pak pak metropolitan
… (eo) …

Dari lorong – lorong yang sempit
Dalam kehidupan malam s’lalu siaga
Setiap saat s’lalu sigap terjang bahaya
Siapapun dihadapinya …

Sini preman sana preman sedang beraksi
Wajah dingin dan seram siap menerkam
Jangan kau coba kawan cari perkara
Sejurus berarti petaka …
aaaaaa … aow !

Di zaman resesi dunia
Pekerjaan sangat sukar juga pendidikan
Disudut – sudut jalanan banyak pengangguran
Jadi preman ‘tuk cari makan

Dibalik wajah yang seram
Tersimpan damba kedamaian
Di balik hidup urakan mendambakan kebahagiaan …
Bahagia … bahagia … bahagia …



Track 02 - M O R A L




Di zaman sekarang manusia
Hidup berdesak – desak … oh sesak …
Satu – satu akan musnah
Korban persaingan hidup ini
Semua kan mati

Kedamaian, keadilan semua khayalan manusia …
Merdeka oh oh oh kehidupan milik kita
Mengapa harus lupa daratan
Bagaikan hewan …

Keadilan … impian sejati
Kedamaian … dambaan setiap insan
Keluhuran … ada dalam jiwa kita
Harga diri … mari junjung tinggi
Oohayo … ayo … ayo … ayo … ohayo
Oohayo … ayo … ayo … ayo … ohayo
Hidup moral …

Kemenangan hanya ada pada jiwa
Yang cinta sesama … aaaaa
Bahagia hanya ada dalam jiwa
Yang puas tertawa …
Hahahaha … 2 x


Track 03 - MANUSIA ROBOT




Di dalam peradaban modern
Manusia berpacu dengan waktu
Semua melintas cepat memburu sasaran yang dituju
Tiada lagi waktu ‘tuk merenung diri

Abad kini abad mesin – mesin
Kemanusiaan dimana lagi
Kerja keras semua dari pagi sampai larut malam
Bagai robot yang tak punya keluh kesah
Memeras tenaga sampai tua …

Manusia hanya angka – angka
Tak perlu nama lagi
Bekerja atas perintah …

Hanya satu tekad rebutlah cita-citamu
Hanya satu cara singkirkan semua rintangan
Mengacungkan tanganmu dan kerahkan pikiranmu
Seraya berkata kita yang kuasa …




Track 04 – OH... GADIS ITU




Dag dig dug rasa dihatiku
Bila kumelihat gadis itu
Gadis yang menarik teman sekolahku

Yang kusuka penampilannya
Dengan jeans dan anting-antingnya
Potongan rambutnya ala Madonna
Madonna oh ...

Akhirnya ku tak kan menipu
Apa yang ada dihati kini
Aku jatuh cinta

Hati ini wooh ... sungguh duka
oh wooh ...
Dan juga kecewa wooh ... oh …
Tak kusangka wooh ... gadis itu oh
Masih saudaraku oh ... 



Track 05 - AKU CINTA KAMU




Kala penat melandaku kau berikan senyum
Kala bimbang dan ragu kau sulut tegarku
Kala murka kan merenggut kau sirami hatiku
Dalam genggam bersatu …
Aku cinta kamu

Saat langkah tak menentu kau luruskan jalanku
Saat datangnya rindu kau peluk diriku
Ketulusan hatimu harum dalam hatiku
Besar kasih sayangmu …
Aku cinta kamu

Terbuai dalam mimpi indah
Semoga kau s’lalu disisiku
Walau badai datang mencoba
Tantangan dalam kehidupan …

Ketulusan hatimu harum dalam hatiku
Besar kasih sayangmu …
Aku cinta kamu

Selalu kau buka hatiku
Dan semikan cintamu di kalbu
Eratkanlah genggaman kasihku
Menuju citra bahtera kita …
Ketulusan …

Aku …aku …aku
Aku cinta kamu … 3x



Track 06 – PANAS API




Dalam hingar – bingar menggelegar
Tanpa sadar kita terbakar dalam gejolak
Panasnya api membara yeah
Panasnya hati membakar gejolak jiwa

Usah pikir panjang ayo terjang
Biar jalang mereka bilang
Usah kau dengar

Asalkan jangan melarang ooo
Jangan berhenti kita berjuang
Jangan berhenti tanpa alasan …

Suara kita selalu dicela
Hanya karena berbeda dengan mereka
Kita hormati dengan segenap jiwa
S’gala bentuk kreasi yang mereka punya



Track 07 - L O L I T A




Kuterpana saat dia berlalu
Sekilas senyumnya menghias bibir meraha
Dia menggugah hatiku
Sungguh dia gadis ayu … oh

Diam – diam aku jatuh cinta
Ke ujung dunia kan ku kejar
Dia tiada duanya, memang dia bidadari
Inginku mengenal namanya

Lolita ... akhirnya kutahu
Tentang kehidupan dirinya
Terasa pedih hatiku

Lolita ... merayu s’tiap lelaki
Yang dapat membeli cintanya
Walau satu malam saja
Sadarlah Lolita, apa yang terjadi …

Lolita, Lolita, Lolita, Lolita …



Track 08 - PAHLAWAN ARENA




Lelaki adalah perkasa
Meyakini diriku untuk suatu pertarungan besar
Kala gerbang arena telah terbuka
Bergema puja puji menyambut aku disana ...

Tekadnya sepasti langkah-langkahku
Terdengar suara masa memberi semangat juang padaku
Hanya ada satu seruan dihati
Bertempur di arena dan berjaya

Tak sedikitpun keraguan
Melintas dalam angan-angan
Aku raja di arena, Pahlawan Indonesia
Yang tak mengenal rasa gentar
Tanding adalah hidupku juara adalah surga
Sumpah setia pahlawan arena …

Ole … ole … ole …



Track 09 - MENJELANG 17 TAHUN




Menjelang usia tujuh belas kau alami
Masa yang terindah dalam hidup wanita
Menyambut dewasa serasa semua berganti
Mendambakan cinta kasih yang sejati

Hadapilah dunia ini dengan waspada
Sejauh kau berkhayal tak semua ramah
Naluri lelaki tiada sesuci dirimu
Tiba nanti saatnya kau kan percaya ooo

Menjelang tujuh belas pesona
Dirimu kian menjelma
Oo menjelang tujuh belas
Gejolak asmaramu kan membara

Menjelang tujuh belas buaian
Bisik rayu membelaimu
Bila semua kau alami
Gadis manis kini mulai gelisah
La la la la la la …

Tataplah ke muka hari masih pagi
Berjalan dengan iringan doa
Semoga terjaga pribadi yang kukuh
Menuju arah bulan purnama




Track 10 – DARAH MEMBARA




Darahku membara
Bergolak panas di dalam dada disaat ini
Melihat bangsaku
Seakan hati ingin berpacu dan berlari

Hai kau dengar derap langkah kaki
Diseluruh pelosok negri ini
Hai kau dengar derap langkah kaki
Semua berlomba dalam berprestasi

Darahku membara
Menatap masa depan negara disaat nanti
Melihat rakyatku
Seakan hati ingin berkata dengan pasti

Hai kita ini harapan bangsa
Yang ikut berjuang demi negara
Hai kita ini harapan bangsa
Yang tiada mengenal kata putus asa


Darah membara karna cinta
Pada negara Indonesia
Darahku membara karna cinta
Pada bangsaku Indonesia
Tercinta

Darah membara karna cinta
Padamu Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar